0

PERILAKU KHAS ORANGTUA YANG TIDAK DI SUKAI ANAK

Kita yang dikaruniai orangtua yang baik, harus bersyukur padaNya. Orangtua yang mau dan mampu mendidik kita dengan baik sampai dewasa. Dari merekalah kita belajar menjadi orangtua yang baik. Tapi, ada beberapa perilaku khas orangtua yang tidak di sukai anak-anak. Ingin tahu apa saja?
1. Egois.
Orangtua selalu tidak ingin disaingi, kadang tidak rela jika anaknya disaingi anak lain. Semua anak berharap, orangtua menurunkan egonya. Hndarilah ada pamer kesombongan.

2. Anak Hanya Sebagai Obyek.
Orangtua menganggap anak sebagai obyek kepuasan egonya. Padahal dalam aturan budaya dan agama kita, anak adalah titipan dari Tuhan dan mendidiknya adalah ibadah. Fakta di sekitar kita, banyak anak yang masih diperlakukan buruk oleh orangtuanya dan dianggap membebani hidupnya.


3. Prestasi Akademik.
Anak akan merasa risih, karena harapan orangtua terlalu tinggi. Orangtua beranggapan , anak yang punya prestasi akademik bagus, kehidupannya akan beres semua. PAdahal, kenyataannya ada yang namanya Kecerdasan Majemuk- ada 9 kecerdasan. Banyak anak yang bisa berprestasi di luar bidang akademis. Berhentilaah untuk menuntut anak mendapatkan rangking satu di kelasnya. Karena setiap anak punya potensi kecerdasan masing-masing.





4. Pakaian.
 Jangan sampai gara-gara pakaian , anak tampil tidak nyaman dan stress. Karena tiap anak, merasa cocok dan nyaman dengan pakaian tertentu. Kalau tidak sesuai dengan karakternya, dia akan marah dan protes.Kita memberikan kebebasa kepada anak memilih model dan warna yang disukainya.

5. Cepat dan Sempurna.
Anak-anak harus melakukan segala sesuati dengan cepat dan sempurna? Mana bisa? Mereka masih belum bisa bertindak cepat dengan keterbatasan usia dan anggota tubuhnya. Kita juga pernah menjadi anak-anak. Kesempurnaan juga membutuhkan proses.

6. Belajar dan terus belajar.
Ada orangtua yang bilang: Tiada Hari Tanpa Les Privat. Artinya, anak harus mendapat nilai akademis yang terbaik. Padahal, anak-anak juga butuh bermain .Banyak orangtua yang marah , ketika anaknya tidak berprestasi di sekolah terutama bidang pelajaran Matematika dan IPA. Orangtua jarang yang mau memahami , bidang apa yang mampu diraih oleh anak dengan nilai maksimal?

Jadi, memahami karakter dan potensi kecerdasan anak di bidang apa, jauh lebih penting daripada harus memaksa anak harus menjadi rangking satu di kelasnya.







0 komentar:

Posting Komentar